i will come here,, i don't know when,,

Saat bicara soal keluarga maka kita tidak akan pernah tahu berapa banyak teman, kakak, bapak, ibu yang mungkin kita temui dipersimpangan jalan yang bisa menjadi keluarga baru untuk kita,,
yes saat kemarin tepat tanggal 9 Februari sedikitpun aku tak pernah terbesit untuk pernah di sini di RSSA, Malang,, tepat sebelumnya saya ingat betul bahwa pilihan PKP saya adalah di RSDS namun dengan berbagai pertimbangan entah pikiran apa yang terbesit di otak saya sehingga saya memutuskan untuk lebih memilih RSSA,,

disini saya tidak pernah merasa sebersyukur ini bertemu dengan teman-teman yang bahkan sebelumnya saya tidak mengenal,, padahal satu angkatan hahaha yah maklum dari sejuta kaum farmasi diangkatan saya, peminat klinis untuk kaum pria bisa dihitung dengan jari,, saya melalui banyak hal mulai dari dimarahi karena salah memberikan obat, dirangkul sebagai sahabat baru, diajari layaknya seorang adik, diberi tugas sebagai murid dan masih banyak lagi yang terjadi disini,,
saya bahkan bertemu dengan teman-teman baru -kali ini benar-benar teman baru- :P
dan percakapan itu pun mengalir layaknya tak ada batas mulai dari berbicara soal tugas, mulai berani saling membully, bahkan hingga saling bertukar pikiran masalah pribadi,,

keluarga ini pun akan selalu saya ingat dimana kita saling merasakan pahitnya perawat yang jutek, ramahnya petugaz gizi, bahkan macam-macam sampai tak bisa diceritakan satu-satu,,,
disinipun saya juga baru merasakan bagaimana kita bertukar pikiran dengan tenaga kesehatan lainnya,, pertukaran itupun tanpa paksaan dan mengalir layaknya bertukar pikiran dengan seorang teman yang sudah lama kita kenal,, bahkan disini saya juga bertemu teman lama yang bahkan tidak pernah terbesit pikiran sedikitpun jika nantinya saya akan bertemu dengan mereka, yah Ajeng, Mirzia dan zhibon, hahaha bahkan saya bertemu seorang sahabat yang gokil.. gokil karena saya yang kenal dia langsung saya yang jadi terkenal wkwkwk,, bagaimana tidak begitu kenal langsung banyak yang nitip salam mulai dari teman sendiri sampai Apotekernya juga -_-
yup bahkan dia lebih tahu teman-teman saya SMA daripada saya sendiri hahaha yup zaki seorang sahabat baru yang juga tidak akan pernah saya lupakan dan terimakasih bro atas diskusi kasus dan diskusi lainnya apalagi soal cerita teman-teman yang tak habis pikir sampai sekrang kalo dia banyak tahu tentang teman-teman saya haha,, tak hanya coas namun disana pun saya berbagi cerita dengan mahasiswa perawat yang tak bisa saya sebutkan satu-satu *maklum lupa namanya hahaha namun teman yang paling saya ingat adalah saifudin dimana kita selalu bercerita tentang kepala ruangan yang super duper gak jelas XD
dan diruangan yang gak jelas itu juga saya bertemu dengan PPDS yang luar biasa gokil hahaha,, kakak itu adalah kata yang pernah saya ingat dulu waktu pertama kali bertemu beliau,, awalnya saya kira beliau dan saya hanya terkait 3 atau 5 tahun dari angkatan saya tapi ternyata -_-,, ups maaf ya dr Deden hahaha dokter yang enak diajak bercanda, ngomongin jalan-jalan, ngomongin Unair, ngomongin kehidupan *kapan ngomongin pasiennya ya dok XD
dan disana juga saya beremu mbak Dewi,, mbak apoteker yang lebih tahu soal jantung daripada paru T_T,, haha tapi mbak Dewi adalah mbak yang paling berkesan karena disana saya pertama kali menginjakkan kaki di RS dan saya dibimbing oleh beliau,, baik, sungkan, lucu, dan gokil adalah kata-kata yang pas untuk mbak dewi haha dan yang saya bingung ini ruangan tempat buat pasien yang kritis malah ketemu koas, mahasiswa perawat dan perawatnya, PPDS, apoteker kenapa pada gokil semua yak XD,, eh kurang satu mahasiswa apotekernya juga #loh
dan big thanks to mbak nunik yang juda saya anggap sebagai ibu kedua hehe bagaimana tidak melihat semua perwakannya membuat saya ingat tentang bu wiwid yang ada di Fakultas





dan tak lupa saya juga berterimakasih banyak pada ruang 25 dimana disini saya juga bertemu dengan teman koas yang cantik sih tapi lupa kenalan -_- *kalo jodoh mungkin #eh
dan saya juga bertemu PPDS IPD yang juga luar biasa enak diajak diskusi *kali ini terkait kasus,, pun saya tak akan melupakan nama beliau walaupun kayaknya beliau lupa nama saya :P terimakasih atas pembelajaranya dokter Daya,, berkat anda saya pun tahu bagaimana cairan asites itu dievakuasi dan perwat yang pernah di ruang 25,, terimakasih juga sudah jadi partner in crime saat PKRS walaupun saya tidak bisa ingat namanya satu-satu hehe.... dan big thanks to mbak dinda yang sudah seperti mbak sendiri dan mau dibully setiap saat #eh XD
mungkin orang-orang yang saya sebutkan diatas akan menjadi orang-orang yang pertama kali saya cari saat saya kembali ke Malang entah moment apa dan kapan,, karena terbesit di otak saya untuk memulai lembaran kehidupan di Malang, tapi.... yah apadaya orang tua berkata lain,, mungkin saya hanya bisa memohon jika memang jodoh ya dekatkan ya Allah #ini ngomongin apa sih -_-"
last word dari saya
"friendship is always there for you, but have you ever thinking that you will be there for yor friend?. sometimes we just thinking only on one side"

0 Responses