Senyum Seorang laki laki Pendiam itu......

Cerita ini kuambil berdasarkan apa yang kulihat, apa yang kurasa dan apa yang kuiningat

Suatu pagi aku melihat seorang laik-laki,,
dia menatapku tersenyum tanpa mengatakan sepatah kata pun padaku,,
namun dalam hati aku bertanya memangnya kenapa dia tersenyum?? apa ada yang aneh?? atau ada kejadaian yang lucu,,
seketika aku bertanya padanya "kenapa kau tersenyum sumringah padaku?"
"apa ada hal lucu dimukaku?"
dia hanya senyum dan senyum itu semakin lebar sambil memalingkan badan dia pergi menjauh seiring aku menjauh dari pandangannya

keesokan harinya kembali aku melihatnya tersenyum
lalu aku semakin bingung makna dari senyuman itu,, dan aku menanyakannya "kemarin kau tersenyum, sekarang kau tersenyum dan mungkin keesokan hari kau akan tersenyum lagi kan?"
dia menganggukkan kepalanya sambil melebarkan senyuman itu lagi
lalu aku bertanya "manusia itu penuh keseimbangan, ada senang, sedih, suka, benci lalu kenapa kau selalu tersenyum?"
dia hanya menatapku dalam dan mnjawab singkat "tahukah kenapa aku tersenyum?"
tentu saja aku jawab "tidaklah, aku bahkan heran ada manusia sepertimu yang selalu tersenyum"
tanpa menjawab pertanyaanku dia kembali menatap tajam dan kembali pergi

keesokan harinya adalah hari minggu dimana aku punya banyak waktu luang untuk bicara pada laik-laki aneh itu,,
"hai kali ini aku punya banyak waktu, aku ingin bertanya..", kataku
sebelum aku menyelesaikan kalimatku dia menjawab "apa ini pertanyaan yang sama?"
"ya" sambil tegas aku menjawabnya
dia pun mulai melemaskan punggungnya dan mengatakan "sudah ketemu jawaban dari pertanyaanku kemarin?"
"hadeh kalo aku tahu aku tak mungkin ketemu kamu" aku makin sanksi dengan senyum pria ini

"baik aku akan menjawabnya, alasan aku tersenyum pada semua orang dan selalu tersenyum adalah karena aku ingin melihat apakah nanti kelak ketika aku mati akan ada orang yang menangis untukku"
mendengar jawaban itu aku makin ngeri bagaimana mungkin dia mengatakan hal konyol itu,

tapi dia membalas kembali dengan senyuman dan melanjutkan perkataannya "aku mungkin terlihat sabar tapi tentu kau tahu dari jawabanku sebenernya aku adalah orang yang egois. Aku ingin melihat orang bersedih sebagai imbalan senyumanku di dunia tapi itu semata-mata karena aku selalu menahan air mata ini dan emosi ini untuk keluar"

"tahukah kamu ini sakit, mungkin banyak yang bilang senyuman itu menyehatkan tapi bagiku senyuman ini racun, jadi karena aku sudah mengkonsumsi racun aku harus dapat imbalan ya itu adalah saat aku sudah tidak bisa meminum racun ini"

aku makin bingung dan merasa janggal, seketika aku bertanya "apa kau ingin mati?. aneh kau tersenyum setiap hari tapi kau tahu itu sakit, kau tahu kau akan mati dengan kondisi itu tapi kau berharap imbalan yang masih fana"
|
dia kembali tersenyum dan berkata "yang aneh itu kamu, kamu telah berubah. kamu merubah aku yang merupakan bagian dari kamu menjadi racun yang mematikan, kamu menyimpan masalahmu dibalik senyum itu, kamu menyimpan tangis dibali keceriaan itu tanpa sadar kamu sekarang sudah bukan kamu yang dulu"

"dulu tertawa sangat mudah bagimu tapi sekarang marah jauh lebih mudah, dulu mengalah adalah nasehat yang selalu kau lontarkan pada kawanmu tapi sekarang kau lebih suka melawan, dulu diam adalah emas bagimu tapi sekarang berontak adalah kebebasan. aku tersenyum di hatimu paling dalam karena sudah tidak ada sisa senyum ditubuhmu. kau yang bilang bahwa manusia itu adalah keseimbangan maka aku adalah keseimbangan untukmu"

"disaat kau menyerah aku tersenyum, disaat kau jatuh aku tersenyum, disaat kau sudah ingin mengakhiri hidupmu aku pun tersenyum,, karena bila tidak kau tidak akan pernah tahu betapa kau butuh senyum dari banyak orang untuk menopangmu maka dibalik diammu itu aku berusaha jadi penyeimbang"

aku terdiam dan mengiyakan kata-kata itu sambil berkata

"terkadang sebuah senyuman tidak seindah maknanya"

sebuah Pertemuan dan Perpisahan

mungkin sebuah hal yang sangat ladzim ketika bicara soal pertemuan dan perpisahan,
dan yup selama mendalami kehidupan kurang lebih 23 tahun di bumi ini, saya se udah pernah yang namanya merasa pisah sama temen, ketemu temen baru, pisah lagi, ketemu temen baru lagi dan saya yakin siklus ini akan berhenti saat jantung saya berhenti berdetak,,,

well setelah lama gak update blog (tandanya udah gak update game pc hehe) saya ingin bercerita soal yang namanya pisah dan ketemu,, saat bertemu kita mungkin seakan selalu merasa canggung dengan dunia baru, keluarga baru, dan status baru,, tapi percaya atau tidak saat kita menolak akan adanya pertemuan justru kita akan dipaksa untuk berada pada posisi dan lingkungan baru,, yup waktu emang berjalan saat kita stuck dalam suatu posisi maka lingkungan kita yang tidak terasa akan menuntun kita dalam pertemuan yang baru,,

begitu pula dengan yang namanya perpisahan,, jujur perpisahan yang paling berat buat gw adalah saat berpisah dengan teman kuliah, gimana enggak?? orang 5 tahun lebih kita jalan bareng, goblok2an bareng, bahkan share musuh dan temen bareng #ups,,, cuman setelah berpisah dengan lingkungan kuliah gw, gw jadi mikir mungkin gak se gw bisa skip perpisahan ini dan segera bertemu dengan keluarga baru,,, tapi well setelah merenung dan mnyelami 7 samudra haha gw merasa mungkin bukan di skip tapi kitalah yang harus beradaptasi,, yup manusia itu menjalani dunia ini seperti sebuah game,, ketika kita mau naik level maka ada yang harus dikalahkan, ketika mau meningkatkan skill yah harus mau berlatih dulu,, dan ketika "continue" sudah tidak ada lagi maka pilihannya hanyalah "GAME OVER",, dan manusia itu emang kerjanya harus beradaptasi dengan lingkungan barunya, teman baru dan status baru kalo gak mau ya lebih baik berlatih dulu buat siap beradaptasi cuman waktu gak diam dan seperti statement gw diawal kalo anda pingin stuck maka pertemuan baru lah yang akan memaksa kita buat "move on"

kali ini gw lagi gak banyak ngmng karena jujur masalah yang gw hadapi adalah saat menerima adanya kakak ipar baru dan voila entah kenapa gw punya sebuah feel yang gak enk,, yup semenjak gw bs baca tarot jujur aja gw selalu gak seneng sama firasat yang gak enk tapi well seperti yang gw bilang maunya stuck tapi waktu akan mempush kita ke pertemuan itu,, and semoga aja firasat itu hanya angin dingin yang cuman bertiup,,
weits lupa masih ada sebuah last word dari saya
"there are no choices between go or stay, but the choices are betwen pushed or move on" 

i will come here,, i don't know when,,

Saat bicara soal keluarga maka kita tidak akan pernah tahu berapa banyak teman, kakak, bapak, ibu yang mungkin kita temui dipersimpangan jalan yang bisa menjadi keluarga baru untuk kita,,
yes saat kemarin tepat tanggal 9 Februari sedikitpun aku tak pernah terbesit untuk pernah di sini di RSSA, Malang,, tepat sebelumnya saya ingat betul bahwa pilihan PKP saya adalah di RSDS namun dengan berbagai pertimbangan entah pikiran apa yang terbesit di otak saya sehingga saya memutuskan untuk lebih memilih RSSA,,

disini saya tidak pernah merasa sebersyukur ini bertemu dengan teman-teman yang bahkan sebelumnya saya tidak mengenal,, padahal satu angkatan hahaha yah maklum dari sejuta kaum farmasi diangkatan saya, peminat klinis untuk kaum pria bisa dihitung dengan jari,, saya melalui banyak hal mulai dari dimarahi karena salah memberikan obat, dirangkul sebagai sahabat baru, diajari layaknya seorang adik, diberi tugas sebagai murid dan masih banyak lagi yang terjadi disini,,
saya bahkan bertemu dengan teman-teman baru -kali ini benar-benar teman baru- :P
dan percakapan itu pun mengalir layaknya tak ada batas mulai dari berbicara soal tugas, mulai berani saling membully, bahkan hingga saling bertukar pikiran masalah pribadi,,
keluarga ini pun akan selalu saya ingat dimana kita saling merasakan pahitnya perawat yang jutek, ramahnya petugaz gizi, bahkan macam-macam sampai tak bisa diceritakan satu-satu,,,
disinipun saya juga baru merasakan bagaimana kita bertukar pikiran dengan tenaga kesehatan lainnya,, pertukaran itupun tanpa paksaan dan mengalir layaknya bertukar pikiran dengan seorang teman yang sudah lama kita kenal,, bahkan disini saya juga bertemu teman lama yang bahkan tidak pernah terbesit pikiran sedikitpun jika nantinya saya akan bertemu dengan mereka, yah Ajeng, Mirzia dan zhibon, hahaha bahkan saya bertemu seorang sahabat yang gokil.. gokil karena saya yang kenal dia langsung saya yang jadi terkenal wkwkwk,, bagaimana tidak begitu kenal langsung banyak yang nitip salam mulai dari teman sendiri sampai Apotekernya juga -_-
yup bahkan dia lebih tahu teman-teman saya SMA daripada saya sendiri hahaha yup zaki seorang sahabat baru yang juga tidak akan pernah saya lupakan dan terimakasih bro atas diskusi kasus dan diskusi lainnya apalagi soal cerita teman-teman yang tak habis pikir sampai sekrang kalo dia banyak tahu tentang teman-teman saya haha,, tak hanya coas namun disana pun saya berbagi cerita dengan mahasiswa perawat yang tak bisa saya sebutkan satu-satu *maklum lupa namanya hahaha namun teman yang paling saya ingat adalah saifudin dimana kita selalu bercerita tentang kepala ruangan yang super duper gak jelas XD
dan diruangan yang gak jelas itu juga saya bertemu dengan PPDS yang luar biasa gokil hahaha,, kakak itu adalah kata yang pernah saya ingat dulu waktu pertama kali bertemu beliau,, awalnya saya kira beliau dan saya hanya terkait 3 atau 5 tahun dari angkatan saya tapi ternyata -_-,, ups maaf ya dr Deden hahaha dokter yang enak diajak bercanda, ngomongin jalan-jalan, ngomongin Unair, ngomongin kehidupan *kapan ngomongin pasiennya ya dok XD
dan disana juga saya beremu mbak Dewi,, mbak apoteker yang lebih tahu soal jantung daripada paru T_T,, haha tapi mbak Dewi adalah mbak yang paling berkesan karena disana saya pertama kali menginjakkan kaki di RS dan saya dibimbing oleh beliau,, baik, sungkan, lucu, dan gokil adalah kata-kata yang pas untuk mbak dewi haha dan yang saya bingung ini ruangan tempat buat pasien yang kritis malah ketemu koas, mahasiswa perawat dan perawatnya, PPDS, apoteker kenapa pada gokil semua yak XD,, eh kurang satu mahasiswa apotekernya juga #loh
dan big thanks to mbak nunik yang juda saya anggap sebagai ibu kedua hehe bagaimana tidak melihat semua perwakannya membuat saya ingat tentang bu wiwid yang ada di Fakultas





dan tak lupa saya juga berterimakasih banyak pada ruang 25 dimana disini saya juga bertemu dengan teman koas yang cantik sih tapi lupa kenalan -_- *kalo jodoh mungkin #eh
dan saya juga bertemu PPDS IPD yang juga luar biasa enak diajak diskusi *kali ini terkait kasus,, pun saya tak akan melupakan nama beliau walaupun kayaknya beliau lupa nama saya :P terimakasih atas pembelajaranya dokter Daya,, berkat anda saya pun tahu bagaimana cairan asites itu dievakuasi dan perwat yang pernah di ruang 25,, terimakasih juga sudah jadi partner in crime saat PKRS walaupun saya tidak bisa ingat namanya satu-satu hehe.... dan big thanks to mbak dinda yang sudah seperti mbak sendiri dan mau dibully setiap saat #eh XD
mungkin orang-orang yang saya sebutkan diatas akan menjadi orang-orang yang pertama kali saya cari saat saya kembali ke Malang entah moment apa dan kapan,, karena terbesit di otak saya untuk memulai lembaran kehidupan di Malang, tapi.... yah apadaya orang tua berkata lain,, mungkin saya hanya bisa memohon jika memang jodoh ya dekatkan ya Allah #ini ngomongin apa sih -_-"
last word dari saya
"friendship is always there for you, but have you ever thinking that you will be there for yor friend?. sometimes we just thinking only on one side"