How much You do it's just Hopeless

Nobody will understand what you've done,, yah semua orang cuman menilai sesuatu dari hasil,, pernahkah kita berfikir mungkin gak cuman kita yang dalam posisi berfikir tapi orang lain juga,, pernah kah kita berfikir mungkin orang itu dalam titik depresi dan perlu semangat,,,,,

gak akan ada yang menolong anda ketika dewasa,, itulah yang saya pelajari dihidup ini, omong kosong dengan kata pepatah manusia hidup harus saling berdampingan,, yang ada adalah manusia hidup saling berdampingan jika saling menghasilkan,, entah berapa lama saya harus memendam penyakit kejiwaan ini,, lucunya menjadi orang pendiam dan tertutup selalu jadi bahan positif buat orang lain,, oh orang ini selalu senyum, oh orang ini tidak pernah marah,, oh orang ini tidak pernah punya masalah, oh orang ini tidak pernah sedih,,,, WAKE UP orang pendiam bukan malaikat dan Tuhan mereka cuman gak mau yang namanya terlibat dalam perselisihan dan lebih memilih untuk memendam masalahnya sendiri,, yang saya sesalkan semua orang selalu mengira atas apa yang dapat kita hasilkan dan tak meliat sedikitpun proses 25 tahun kehidupan seseorang,,, mereka cuman bertanya oh sekarang dimana? oh sekarang sudah sukses? oh sekarang rencana kemana?,,,


lantas salahkah saya jika akhirnya saya benar-benar berfikir "Tuhan kenapa engkau tidak ambil saja nyawa hamba dan menghindarkan dari perbuatan yang paling engkau murkai yaitu bunuh diri"......
benarkah jika Tuhan menyayangi saya?? benarkah kalo saya yang terlalu berfikir masalah yang kecil ini menjadi besar??

saya memang orang yang terliha begitu ramah pada beberapa orang namun tidak pada ayah, ibu dan kakak,,,,,,,, saya yang salah??? mereka yang salah??? atau lingkungan saya yang salah???? apapun itu saya sudah berhenti beerfikir rasanya lebih baik saya sakit fisik daripada terus berfikir tentang kejiwaan saya yang selalu kambuh di rumah,,

apa yang saya rasakan dirumah?? 100 persen saya jamin semua orang rumah tidak ada yang benar-benar tahu tentang perasaan saya... mereka cuman menilai saya sebagai anak yang akan dibanggakan ke semua orang disekitar mereka ketika saya berprestasi dan menjadi adik yang dilampiaskan ketika semua berbuat salah,,, apakah benar saya cuman barang sampai sampai semua menjudge persaan saya,,, ketika seseorang berkata "semangatnya itu lho nggak ada?" saya hanya tersenyum sambil mencabik cabik tubuh saya dan berkata pernahkah anda bertanya dalam diri anda benarkah anda sudah tahu semua persaan saya atau hanya semangat yang anda lihat 0 persen ini yang anda lihat dari saya,,,


biar saya jawab dengan lantang jika seorang melakukan hobinya secara berlebih itu belum tentu mereka candu tapi mereka memang sedang dalam keadaan melupakan dunia bukan mana semangatmu? yang ingin didengar tapi sharing apa yang kamu rasakan,,,, terlambat rasanya untuk berbagi cerita karena keluarga hanya dongeng buat saya,,, saya malah berharap cerita saya seperti di dunia sinetron jika memang memiliki keluarga adalah tekanan kenapa saya tidak dilahirkan yatim piatu tanpa mengenal adanya laptop dan handphone,,, saya terlalu banyak mengeluh pada Tuhan mungkin memang Tuhan terlalu sayang pada saya atau mungkin Tuhan memang sudah murka pada saya sehingga sebelum siksa neraka itu muncul engkau datangkan siksa mental ini,,,

apapun itu terima kasih Tuhan atas segala kebahagiaan yang Engkau berikan

"No matter what you do, peopple wil always talking so just close your ears and move on"