komitmen or just an empty talk

yahhh kenapa yah tiba-tiba jadi pengen posting blog di tengah-tengah kesibukan likuid hehehee :P
hemmm mungkin karena lagi trend judul di postingan ini dengan yang saya dan teman-teman saya hadapi yaa tapi well kan manusia cuman makhluk biasa yang bakal ngelakuin salah dan ini pun hanya semata-mata muncul mungkin secara subjektifitas dari dalam diriku,,

sebenernya kalo kita berkomitmen sama diri kita sendiri ngapain kita harus bilang ini karena teman lah,,, ini karena orang lah,,, bahkan parahnya aku malah ga ngerti dan ga habis pikir kalo komitmen bisa berubah secepat itu hanya karena "sesuatu" yang tidak ingin saya buka di blog ini,,
agak sebel, gregetan pokoknya campur aduk deh ngeliat orang kayak gitu bahkan mungkin itu seringkali dialami sama temen sendiri atau parahnya tanpa sadar kita sendiri yang melakukan kebodohan itu karena menurutku kalo kita ngelakuin hal itu sama aja "omong kosong" dan yah bahasa kasarnya bisa aku sebut mungkin kita dalam keadaan sebusuk-busuknya...

mungkin aku bicara gini karena emosi semata,, welll i don't care this is my opinion,, agree or not that's not my reason to know... pokoknya sudah aku bilang juga kalo ini hanya sebuah subjektifitas semata dari dalam diri saya masalah pendasaran dan teori jujur aku juga ga nemu tuh teori yang kayak gitu tapi yang jelas untuk menilai sebuah etika pun kita memang harus memakai sebuah teori mungkin saya hanya berpandangan pada benar atau salahkah suatu tindakan itu dinilai,,,

setiap ngeliat temen deket kayak gitu rasanya aku cuman bisa ngelempar senyum ke dia dan dalam hati "busuuuuuk-busuuuuk kapan kamu mau naik level kalo semua sikapmu aja tergantung sama orang lain berubaho ta" dengan harapan omongan itu ga pernah didenger sehingga dia gak sakit hati..

oke mungkin emang bener ne postingan ini kubuat dengan kadar emosi tingkat dewa karena abis kerja likuid *curhat dikit
tapi coba deh kalian pikir selama ini teman kita adalah fasilitas begitu pula dengan semua hal yang ada didekat kita hanya sebuah fasilitas dan yang menentukan pilihan akhir ya tetep kita sooo kalo kita akan melakukan ini itu trust me bangun komitmen dalam diri kita dahulu jangan semata-mata karena aku sebagai temen atau orang lain bilang A lalu pikiranmu akan terombang ambing begitu saja sehingga rasionalitas lah yang bekerja disini padahal you know what menurutku rasioanlitas sama orang MUNAFIK itu ga beda banyak lohh,,

sahabat sesungguhnya aku ga mau benci, sesungguhnya aku gak mau nyimpen ini lama-lama tapi pleasse semoga kamu diberi pencerahan ya sama Allah bukan sama temen sendiri,,
yah meskipun aku juga gatau apa manfaat aku memosting ginian tapi mungkin kali ini lebih dari curahan hati yang aku ga bisa publikasikan di publik secara nyata,, sindiran demi sindiran semuanya pun terpental bahkan ini bukan untuk satu orang sahabatku saja itu yang buat aku ironiiis ngelihat dan memahaminya semoga semua indah pada waktunya,,

aku percaya seperti postingan-postinganku sebelumnya setiap orang itu pasti bisa berubah kok bahkan ada seorang ibu yang bunuh anaknya sendiri karena alasan tertentu, bahkan ada seorang penjahat yang tidak mau anaknya tahu akan profesinya,, see semua orang boleh bicara baik atau buruk dari hanya melihat covernya tapi lihat apa yang sebenarnya ada dalam hati kecil mereka setiap-setiap mereka pun punya alasan tersendiri untuk melakukan hal itu mungkin mereka dalam keadaan tak sehat mental atau mungkin kekerasan dunia yang membuat mereka seperti itu,,

mungkin menurut dia aku ini sahabat yang labil,, ok,, mungkin menurut dia aku sahabat yang hanya omong doang,, ok,, mungkin menurut dia aku sahabat yang pemarah....
aku hanya bilang "benar" saya bukan orang sempurna saya punya salah dan itu semua akan saya jadikan koreksi untuk evaluasi saya tapi doa dan kata-kata terakhir untuk sahabat saya "sahabat tahukah engkau saya sudah anggap anda seperti kakak sendiri, tapi layaknya manusia saya juga punya keterbatasan emosi saat harus menanggapi sikap-sikap anda jadi mungkin maaf jika selama ini saya tidak berhasil menjadi sahabat yang baik mengingat masa senang dan sulit kita bagi bersama maafkan sahabtmu yang penuh keterbatasan ini"

hemm jadi mellow yah semangat...semangat... hari masih panjang waktunya tersenyum kembali begitu pula saat badai dan hujan deras di akhir-akhir semua itu pasti ada yang namanya pelangi yang selalu membuat hati kita tentram see setelah emosi emang pantas kalo setelahnya kita tersenyum selebar-lebarnya untuk menghapus emosi tersebut :)
last words daru saya "percayai orang yang menurut anda percayai, tapi dengan mempercayai seseorang itu artinya anda pun harus siap menerima segala konsekuensi yang mungkin akan diterima karena dengan begitu sama saja anda telah menitipkan sebagian harta anda"

0 Responses