Life is not that simple :')

sebuah kenyataan saat kita menyadari adanya sebuah penyakit di diri kita tapi tak bisa kita ungkapkan di orang sekitar kita dan perasaan itu membuat kita makin sesak,,,
yah saya menyadari penyakit ini sudah timbul sejak masa SMP,, tepatnya saya kurang tahu, tapi yang pasti saya cuman muak dengan orang yang dari dulu ada didekat kita tapi tidak pernah mengerti dan mau tahu dengan apa yang terjadi pada saya.....
egois kah saya?? mungkin iya,, tapi saya cuman berharap terkadang ada orang yang bisa melihat semuanya bukan dari sudut pandang "terbaik" tapi dari sudut pandang saya......
yah penyakit ini memang bukan fisik yang mungkin sebagian orang akan bilang biasa saja dan hadapi aja karena semua memuliki masalah tapi percayalah belakangan ini saya menyadari apa yang pernah dilakukan orang dalam upaya bunuh diri itu bukanlah hal bodoh tapi hal yang wajar ketika orang terdekat mereka tidak pernah menyadari apa yang terjadi pada mereka....

saya mengalami gangguan jiwa,, saya tidak tahu pastinya apa,,, karena saya tidak pernah berkonsultasi langsung dengan dokter kejiwaan tapi saya tahu pasti karena emosi saya selalu tidak stabil karena sesuatu yang tidak pasti,, terkadang senang,,, terkadang marah,,, terkadang sedih,,, mungkin sekarang adalah puncaknya dimana saya sudah muak menjadi manusia penurut, manusia baik hati, manusia yang sabar, manusia yang mau mengalah, manusia yang terlihat tanpa masalah,,,

karena,,,,,,,,,,,
mereka selalu melihat apa yang saya hasilkan tanpa melihat usaha saya,,
mereka selalu mengecam kelalaian yang saya lakukan tanpa melihat sudah berapa kali saya melakukan hal yang benar,,
mereka selalu melihat kesalahan-kesalahan saya terlebih dahulu tanpa melihat kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan,,
mereka akan selalu melihat saya sebagai strata paling rendah yah adik, anak bungsu, dan seorang pria di keluarga tanpa jabatan :)

untuk apa saya selalu senyum kepada mereka,,
untuk apa saya selalu mengabdi mereka,,
untuk apa saya selalu mendengarkan mereka,,
untuk apa saya menghormati mereka,,
untuk apa saya harus memikirkan mereka,,

Tuhan jika memang takdir saya harus berakhir di dosa yang paling kau mungkari untuk melepaskan beban hidup mereka,, mungkin saya rela dan saya akan ikhlas terjun ke nerakamu untuk kebahagiaan dunia mereka,,,

Tuhan salahkah saya jika saya ingin mereka tahu kalau saya punya beban yang mereka tidak pernah menyadari seberapa besar beban itu hanya karena saya terlihat menjengkelkan di depan mereka dan selalu tertawa layaknya manusia normal,,,

Tuhan saya tahu satu hal jika mendoakan mereka adalah kewajiban,, tapi mengapa saya merasa ini tidak adil jika mereka hanya melihat apa yang ada didepan mereka tanpa melihat betapa banya hal yang saya lakukan cuman untuk membuat satu yah mereka gembira dan bangga pada saya,,

Tuhan saya tahu saya hanya berada distrata paling bawah di keluarga tapi ijinkanlah saya untuk menitip pesan ini jika memang umur saya akan berakhir sebelum mereka,,,, "maaf saya gagal menjadi seseorang yang engkau banggakan"

sudah lama rasanya saya tidak bercerita di blog ini hanya karena kesadaran saya mulai berkurang,, belakangan ketika masalah kejiwaan itu muncul nyatanya saya mulai melakukan hal yang pada umumnya dilkaukan oleh orang penderita kejiwaan lainnya,,, Tuhan kalu saya memang hanya beban ijinkan saya segera berpulang ke rumah-Mu saya tidak kuat Tuhan,,,

"Many peopple just sayning, Many peopple just judge, Many peopple jast blame, but.. only you and GOD who know what your life is"

How much You do it's just Hopeless

Nobody will understand what you've done,, yah semua orang cuman menilai sesuatu dari hasil,, pernahkah kita berfikir mungkin gak cuman kita yang dalam posisi berfikir tapi orang lain juga,, pernah kah kita berfikir mungkin orang itu dalam titik depresi dan perlu semangat,,,,,

gak akan ada yang menolong anda ketika dewasa,, itulah yang saya pelajari dihidup ini, omong kosong dengan kata pepatah manusia hidup harus saling berdampingan,, yang ada adalah manusia hidup saling berdampingan jika saling menghasilkan,, entah berapa lama saya harus memendam penyakit kejiwaan ini,, lucunya menjadi orang pendiam dan tertutup selalu jadi bahan positif buat orang lain,, oh orang ini selalu senyum, oh orang ini tidak pernah marah,, oh orang ini tidak pernah punya masalah, oh orang ini tidak pernah sedih,,,, WAKE UP orang pendiam bukan malaikat dan Tuhan mereka cuman gak mau yang namanya terlibat dalam perselisihan dan lebih memilih untuk memendam masalahnya sendiri,, yang saya sesalkan semua orang selalu mengira atas apa yang dapat kita hasilkan dan tak meliat sedikitpun proses 25 tahun kehidupan seseorang,,, mereka cuman bertanya oh sekarang dimana? oh sekarang sudah sukses? oh sekarang rencana kemana?,,,


lantas salahkah saya jika akhirnya saya benar-benar berfikir "Tuhan kenapa engkau tidak ambil saja nyawa hamba dan menghindarkan dari perbuatan yang paling engkau murkai yaitu bunuh diri"......
benarkah jika Tuhan menyayangi saya?? benarkah kalo saya yang terlalu berfikir masalah yang kecil ini menjadi besar??

saya memang orang yang terliha begitu ramah pada beberapa orang namun tidak pada ayah, ibu dan kakak,,,,,,,, saya yang salah??? mereka yang salah??? atau lingkungan saya yang salah???? apapun itu saya sudah berhenti beerfikir rasanya lebih baik saya sakit fisik daripada terus berfikir tentang kejiwaan saya yang selalu kambuh di rumah,,

apa yang saya rasakan dirumah?? 100 persen saya jamin semua orang rumah tidak ada yang benar-benar tahu tentang perasaan saya... mereka cuman menilai saya sebagai anak yang akan dibanggakan ke semua orang disekitar mereka ketika saya berprestasi dan menjadi adik yang dilampiaskan ketika semua berbuat salah,,, apakah benar saya cuman barang sampai sampai semua menjudge persaan saya,,, ketika seseorang berkata "semangatnya itu lho nggak ada?" saya hanya tersenyum sambil mencabik cabik tubuh saya dan berkata pernahkah anda bertanya dalam diri anda benarkah anda sudah tahu semua persaan saya atau hanya semangat yang anda lihat 0 persen ini yang anda lihat dari saya,,,


biar saya jawab dengan lantang jika seorang melakukan hobinya secara berlebih itu belum tentu mereka candu tapi mereka memang sedang dalam keadaan melupakan dunia bukan mana semangatmu? yang ingin didengar tapi sharing apa yang kamu rasakan,,,, terlambat rasanya untuk berbagi cerita karena keluarga hanya dongeng buat saya,,, saya malah berharap cerita saya seperti di dunia sinetron jika memang memiliki keluarga adalah tekanan kenapa saya tidak dilahirkan yatim piatu tanpa mengenal adanya laptop dan handphone,,, saya terlalu banyak mengeluh pada Tuhan mungkin memang Tuhan terlalu sayang pada saya atau mungkin Tuhan memang sudah murka pada saya sehingga sebelum siksa neraka itu muncul engkau datangkan siksa mental ini,,,

apapun itu terima kasih Tuhan atas segala kebahagiaan yang Engkau berikan

"No matter what you do, peopple wil always talking so just close your ears and move on"

Menikah itu.....

bicara soal siklus hidup banyak orang bermimpi dalam mencari jodoh itu diakhiri dalam sebuah pernikahan,, macam-macam proses yang dilalui yap ada yang mereka menikah dari jalan putus nyambung,, pacaran hingga 8 tahun,, atau bahkan dari proses ta'aruf,,,

namun kali ini entah kenapa walau saya sendiri belum menikah,, hehe  cuman melihat banyaknya foto pernikahan yang terkadang bikin baper #eh saya terpikir sebuah pernyataan yang dulu pernah dilontarkan oleh saya,, yap mereka berkata "menikah it tidak perlu nunggu sukses, rejeki bisa dicari bersama",, sebagian mengatakan "menikah itu ibadah harus segera dilaksanakan daripada menanggung dosa lama-lama",, ada juga yang mengatakan "gak perlu pacaran langsung proses lamaran saja biar segera halal",,,

saya pribadi tidak bisa menyalahkan ketiga pernyataan tersebut,, well tapi saya punya pemikiran jika menikah dipercepat dengan alasan agama dan pahala oke,, tapi apakah tidak sebaiknya kita berfikir apakah kita cocok dalam menjalani hubungan ini,, yap cerai adalah sebuah fase yang paling tidak disukai dalam pernikahan tapi itulah yang sering terjadi ketika kita tidak cocok dengan pasangan kita,, hingga timbul omongan "kalo tidak cocok untuk apa dilanjutkan?"... sejujurnya perkataan itupun tidak salah tapi saya lebih bilang "kalo tidak cocok kenapa menikah?"

well sejujurnya pernikahan it bukanlah masalah cocok atau tidak cocok,, kita semua punya kekurangan dan kelebihan bukan,, saya termasuk penganut paham berfirlah sebelum menikah dan jangan hanya karena sunah dan pahala karena cerai adalah dosa dan ikrar bukan main-main,,,
tapi disini yang saya lihat ada beberapa pasangan yang diawal pernikahan mengalami banyak masalah dimana mimpi mereka dulu sebelum menikah adalah menjalani batrah rumah tangga yang romantis dengan pasangan tapi ketika kita tinggal serumah bahkan seranjang semua memang terasa berbeda,, tidak ada yang tertutup bahkan mulai dari keluarga yang saat proses lamaan memberi senyum bisa jadi hambar,, kehidupan romantis yang dulu dijalani saat proses pacaran bisa jadi bosan,, sikap pasangan yang sempurna dimata kita yang menjadikan alasan kita untuk menikah pun bisa jadi ternoda,,

yap kembali lagi berfikir jika sudah menikah mau gimana?? reset seperti game dan cari pengganti?? dissconect server dan mengakhiri pernikahan?? haha kalo hidup seperti game mungkin bisa tapi satu hal bagi teman-teman, sepuh-sepuh yang sudah menikah saya adalah saksi bagi mereka yang menikah menyaksikan mereka dalam bingkai media sosial foto yang bahagia it mungkin bisa jadi robek tapi tidak tahu kapan,, yang hanya bisa saya katakan ketika foto itu robek janganlah menyerah, it pilihanmu dan ini bukan game,, ketika kamu menikah kamu tidak bisa hanya kembali ke orang tua dan bicara seolah-olah kamu di sakiti oleh pacarmu dulu,, ketika menikah kamu punya tanggung jawab sendiri yak sebagai orang dewasa,, sebagai orang yang sudah punya keluarga baru,, ketika memang robek lemlah kembali agar tidak robek, jika terjadi lagi lakukan hingga robekan it menjadi puing-puing yang susah direkatkan maka kamu hanya perlu memutar film lama dan mengcopynya dalam ingatanmu dimana kalian pernah merasa menjadi orang yang paling berbahagia didunia ini dengan menggandeng pasangan kalian masing-masing dan berhenti menyesali setiap momen yang kalian lalui :)

last word dari saya
"Choose what make you happy, and stop regret every single choice you choose cause it's your life and teh only only once you have" 

Sebuah penyesalan atas karunia Tuhan

selama ini kita sebagai manusia selalu kurang bersukur,, diberi hidup layak masih ingin menjadi kaya,, diberi keluarga yang baik masih ingin memiliki keluarga yang lebih hebat,, yak selalu ada penyesalan tanpa adanya rasa bersukur,,,

mungkin kalau karma dan murka Tuhan itu ada, saya adalah salah satu yang layak menerimanya,, bagaimana tidak,, menyesal,, menyesal,, dan menyesal,,
saya tahu Tuhan telah banyak mengkaruniai saya dengan segala yang saya miliki sekarang,, yak keluarga,, hidup yang cukup,, otak yang masih bisa dipakai,, bahkan fisik yang lengkap dan kesehatan hingga sampai saat ini,,

tapi,, belakangan saya berfikir kembali mungkinkah saya bisa jadi lebih baik jika saya tidak ada dilingkungan keluarga in???
pertanyaan besar dibenah saya,, saya memang sedikit curhat kali ini entah mungkin sudah enek dengan lingkungan keluarga ini,, insyaAllah saya masih tau mana yang benar dan yang salah meski ego saya terkadang mengalahkan segalanya,, justru pemikiran benar dan salah itulah yang membuat saya geleg-geleng dengan keluarga "saya". maaf saya jadi buka aib di media sosial tapi memang ini yang terjadi mau gimana lagi mau cerita gak ada yang bisa diajak cerita,, hehehe,,,

well yang pertama ribut masalah "saya" yang belum dapat pekerjaan, yah selalu,, saya senang kalo memang itu kesadaran mereka mengingatkan saya akan masa depan saya TAPI bagaimana kalo saya cuman jadi ajang pamer,,, MANNNN anak bukan ajang pamer dan kalo dipaksa saya sudah bukan laki2 penurut itu lagi,, saya cuman bisa berpikir mungkin satu2 nya anak yang bisa di"pamerkan" adalah saya jadi tuntutan demi tuntutan masuk ke saya hinga saya mulai malas mendengarkan keluarga ini,, "maaf" sekali lagi.....

yang kedua masalah intern keluarga satu dengan yang lain,, setiap bangun pagi teriakan demi teriakan terdengar hingga saya harus mengeraskan sound dan mengunci pintu agar tidak terdengar apa yang mereka bicarakan,, keluarga ini udah kayak perang sodara,,, hanya bedanya gak pake pistol dan pedang,, saya pernah baca sebuah artikel tentang "bentakan dapat merusak sel otak anak",, saya jd berfikir mungkin saya udah trauma karena ini salah satunya,, ibu saya hanya bisa BERTERIAK ketika apa yang disuruh tidak dapat ditepati,,, ayah saya hanya bisa bilang MUNGKIN LAIN KALI dan SABAR (masih untung kalo kata2 yang sabar bisa keluar karena kadan gak pernah) bahkan dulu waktu masih sangat kecil yang aku ingat sekali adalah saat momen ayah saya menampar pipi saya hanya karena keran air tidak dimatikan,, WOW trauma? mungkin,, kemudian sekarang saya lihat keluarga ini udah gak punya masa depan ya liat saja udah kayak terpecah jadi dua kubu dan lagi2 saya jd bahan perang "mereka",,

saya udah coba istighfar,, tapi capek Tuhan,, teriakan bentakan itu udah rasanya menghipnotis saya buat ambil pisau didapur dan menggorokan leher saya didepan mereka,, saking setresnya saya mencoba cari di internet tentang psikolog online yang gratis,,, yah saya udah capek walau saya tahu mereka jg sudah capek ngurus saya,, saya juga udah enek walau saya tahu mereka juga enek lihat saaya,, saya pingin mereka menyemangati bukan malah mendorong saat saya jatuh,, memberi kesempatan kedua bukan membentak saat kita salah,, memberi contoh tindakan yang baik bukan hanya menceramahi dengan kata-kata,,, apa saya salah Tuhan kalo saya berharap saya dilahirkan bukan dari rahim ibu saya?? "Astargfirullah"

last word dari saya bersukur itu tidak ada batasnya,tapi menyesal akan selalu menghantuimu,, so
"be thanksfull and forgot about the past"
walau saya tidak akan pernah bisa melakukannya saya tahu itu :) 

Sebuah akhir kehidupan

Di dunia ini manusia akan mengakhiri kehidupannya dengan kematian, entah kematian it akan terjadi 10 tahun lagi, tahun depan atau mungkin besok,, yah belakangan saya sudah sumpek dengan kehidupan sebagai pengangguran yang saya jalani berbulan-bulan dan saya semakin sadar keluarga akan selalu memperburuk kehidupan jiwa saya,,

saya berfikir tentang sebuah akhir kehidupan buat saya,, apakah nantinya saya ditakdirkan mati beristri, mati mendahului orang tua saya, mati mendahului teman saya, atau malah mati besok,, yah apapun it saya hanya berharap kematian saya tidak membuat orang bersedih karena semakin saya pikir di hidup in saya tidak banyak berarti buat org lain,, pada tulisan sebelumnya saya ingat betul ketika saya bercerita tentang apa yang saya lihat dicermin,,, saya jadi ingat semua bahwa selama ini sahabat saya dan bayangan saya adalah tempat saya bercerita satu-satunya bukan kakak saya, bukan ayah saya ataupun ibu saya,, miris?? menurut saya tidak,, maka setelah semua yang telah saya alami saya merasa ini adalah akhir saya berarti di dunia ini,,

well saya punya pikiran untuk bunuh diri anggap saya ini adalah planning paling buruk dalam mengakhiri hidup ini, tapi saya punya mimpi untuk mati mendahului sahabat saya, karena buat saya, saya tidak mau nantinya ketika didunia ini tinggal sendirian dimana tidak ad naungan untuk bercerita :')

tp itu serius gunting disebelah kanan dan pisau disebelah kiri seakan menanti untuk digunakan,,, masalah demi masalah selalu terjadi dan semakin ada masalah saya tidak tahu lagi harus melampiaskan kemana,, pekerjaan?? saya sudah tidak memiliki pekerjaan tetap it,, game?? hanya teman dunia maya yang bahkan tidak tahu siapa saya yg bisa menghibur saya sesaat,, curhat?? saya tidak tahu lagi harus percaya pada siapa untuk menceritakan semua ini,, intinya ketika saya menulis ini saya ingin pesan untuk Ayah, Ibu,, Kakak,, Tante,, Om,,, adek sepupu,, maaf kalo saya selama ini tidak pernah bisa menjadi manusia yang sempurna untuk kalian

last word dari saya
"The human can never be perfect, the question is can u make the perfect one?"

Senyum Seorang laki laki Pendiam itu......

Cerita ini kuambil berdasarkan apa yang kulihat, apa yang kurasa dan apa yang kuiningat

Suatu pagi aku melihat seorang laik-laki,,
dia menatapku tersenyum tanpa mengatakan sepatah kata pun padaku,,
namun dalam hati aku bertanya memangnya kenapa dia tersenyum?? apa ada yang aneh?? atau ada kejadaian yang lucu,,
seketika aku bertanya padanya "kenapa kau tersenyum sumringah padaku?"
"apa ada hal lucu dimukaku?"
dia hanya senyum dan senyum itu semakin lebar sambil memalingkan badan dia pergi menjauh seiring aku menjauh dari pandangannya

keesokan harinya kembali aku melihatnya tersenyum
lalu aku semakin bingung makna dari senyuman itu,, dan aku menanyakannya "kemarin kau tersenyum, sekarang kau tersenyum dan mungkin keesokan hari kau akan tersenyum lagi kan?"
dia menganggukkan kepalanya sambil melebarkan senyuman itu lagi
lalu aku bertanya "manusia itu penuh keseimbangan, ada senang, sedih, suka, benci lalu kenapa kau selalu tersenyum?"
dia hanya menatapku dalam dan mnjawab singkat "tahukah kenapa aku tersenyum?"
tentu saja aku jawab "tidaklah, aku bahkan heran ada manusia sepertimu yang selalu tersenyum"
tanpa menjawab pertanyaanku dia kembali menatap tajam dan kembali pergi

keesokan harinya adalah hari minggu dimana aku punya banyak waktu luang untuk bicara pada laik-laki aneh itu,,
"hai kali ini aku punya banyak waktu, aku ingin bertanya..", kataku
sebelum aku menyelesaikan kalimatku dia menjawab "apa ini pertanyaan yang sama?"
"ya" sambil tegas aku menjawabnya
dia pun mulai melemaskan punggungnya dan mengatakan "sudah ketemu jawaban dari pertanyaanku kemarin?"
"hadeh kalo aku tahu aku tak mungkin ketemu kamu" aku makin sanksi dengan senyum pria ini

"baik aku akan menjawabnya, alasan aku tersenyum pada semua orang dan selalu tersenyum adalah karena aku ingin melihat apakah nanti kelak ketika aku mati akan ada orang yang menangis untukku"
mendengar jawaban itu aku makin ngeri bagaimana mungkin dia mengatakan hal konyol itu,

tapi dia membalas kembali dengan senyuman dan melanjutkan perkataannya "aku mungkin terlihat sabar tapi tentu kau tahu dari jawabanku sebenernya aku adalah orang yang egois. Aku ingin melihat orang bersedih sebagai imbalan senyumanku di dunia tapi itu semata-mata karena aku selalu menahan air mata ini dan emosi ini untuk keluar"

"tahukah kamu ini sakit, mungkin banyak yang bilang senyuman itu menyehatkan tapi bagiku senyuman ini racun, jadi karena aku sudah mengkonsumsi racun aku harus dapat imbalan ya itu adalah saat aku sudah tidak bisa meminum racun ini"

aku makin bingung dan merasa janggal, seketika aku bertanya "apa kau ingin mati?. aneh kau tersenyum setiap hari tapi kau tahu itu sakit, kau tahu kau akan mati dengan kondisi itu tapi kau berharap imbalan yang masih fana"
|
dia kembali tersenyum dan berkata "yang aneh itu kamu, kamu telah berubah. kamu merubah aku yang merupakan bagian dari kamu menjadi racun yang mematikan, kamu menyimpan masalahmu dibalik senyum itu, kamu menyimpan tangis dibali keceriaan itu tanpa sadar kamu sekarang sudah bukan kamu yang dulu"

"dulu tertawa sangat mudah bagimu tapi sekarang marah jauh lebih mudah, dulu mengalah adalah nasehat yang selalu kau lontarkan pada kawanmu tapi sekarang kau lebih suka melawan, dulu diam adalah emas bagimu tapi sekarang berontak adalah kebebasan. aku tersenyum di hatimu paling dalam karena sudah tidak ada sisa senyum ditubuhmu. kau yang bilang bahwa manusia itu adalah keseimbangan maka aku adalah keseimbangan untukmu"

"disaat kau menyerah aku tersenyum, disaat kau jatuh aku tersenyum, disaat kau sudah ingin mengakhiri hidupmu aku pun tersenyum,, karena bila tidak kau tidak akan pernah tahu betapa kau butuh senyum dari banyak orang untuk menopangmu maka dibalik diammu itu aku berusaha jadi penyeimbang"

aku terdiam dan mengiyakan kata-kata itu sambil berkata

"terkadang sebuah senyuman tidak seindah maknanya"

sebuah Pertemuan dan Perpisahan

mungkin sebuah hal yang sangat ladzim ketika bicara soal pertemuan dan perpisahan,
dan yup selama mendalami kehidupan kurang lebih 23 tahun di bumi ini, saya se udah pernah yang namanya merasa pisah sama temen, ketemu temen baru, pisah lagi, ketemu temen baru lagi dan saya yakin siklus ini akan berhenti saat jantung saya berhenti berdetak,,,

well setelah lama gak update blog (tandanya udah gak update game pc hehe) saya ingin bercerita soal yang namanya pisah dan ketemu,, saat bertemu kita mungkin seakan selalu merasa canggung dengan dunia baru, keluarga baru, dan status baru,, tapi percaya atau tidak saat kita menolak akan adanya pertemuan justru kita akan dipaksa untuk berada pada posisi dan lingkungan baru,, yup waktu emang berjalan saat kita stuck dalam suatu posisi maka lingkungan kita yang tidak terasa akan menuntun kita dalam pertemuan yang baru,,

begitu pula dengan yang namanya perpisahan,, jujur perpisahan yang paling berat buat gw adalah saat berpisah dengan teman kuliah, gimana enggak?? orang 5 tahun lebih kita jalan bareng, goblok2an bareng, bahkan share musuh dan temen bareng #ups,,, cuman setelah berpisah dengan lingkungan kuliah gw, gw jadi mikir mungkin gak se gw bisa skip perpisahan ini dan segera bertemu dengan keluarga baru,,, tapi well setelah merenung dan mnyelami 7 samudra haha gw merasa mungkin bukan di skip tapi kitalah yang harus beradaptasi,, yup manusia itu menjalani dunia ini seperti sebuah game,, ketika kita mau naik level maka ada yang harus dikalahkan, ketika mau meningkatkan skill yah harus mau berlatih dulu,, dan ketika "continue" sudah tidak ada lagi maka pilihannya hanyalah "GAME OVER",, dan manusia itu emang kerjanya harus beradaptasi dengan lingkungan barunya, teman baru dan status baru kalo gak mau ya lebih baik berlatih dulu buat siap beradaptasi cuman waktu gak diam dan seperti statement gw diawal kalo anda pingin stuck maka pertemuan baru lah yang akan memaksa kita buat "move on"

kali ini gw lagi gak banyak ngmng karena jujur masalah yang gw hadapi adalah saat menerima adanya kakak ipar baru dan voila entah kenapa gw punya sebuah feel yang gak enk,, yup semenjak gw bs baca tarot jujur aja gw selalu gak seneng sama firasat yang gak enk tapi well seperti yang gw bilang maunya stuck tapi waktu akan mempush kita ke pertemuan itu,, and semoga aja firasat itu hanya angin dingin yang cuman bertiup,,
weits lupa masih ada sebuah last word dari saya
"there are no choices between go or stay, but the choices are betwen pushed or move on" 

i will come here,, i don't know when,,

Saat bicara soal keluarga maka kita tidak akan pernah tahu berapa banyak teman, kakak, bapak, ibu yang mungkin kita temui dipersimpangan jalan yang bisa menjadi keluarga baru untuk kita,,
yes saat kemarin tepat tanggal 9 Februari sedikitpun aku tak pernah terbesit untuk pernah di sini di RSSA, Malang,, tepat sebelumnya saya ingat betul bahwa pilihan PKP saya adalah di RSDS namun dengan berbagai pertimbangan entah pikiran apa yang terbesit di otak saya sehingga saya memutuskan untuk lebih memilih RSSA,,

disini saya tidak pernah merasa sebersyukur ini bertemu dengan teman-teman yang bahkan sebelumnya saya tidak mengenal,, padahal satu angkatan hahaha yah maklum dari sejuta kaum farmasi diangkatan saya, peminat klinis untuk kaum pria bisa dihitung dengan jari,, saya melalui banyak hal mulai dari dimarahi karena salah memberikan obat, dirangkul sebagai sahabat baru, diajari layaknya seorang adik, diberi tugas sebagai murid dan masih banyak lagi yang terjadi disini,,
saya bahkan bertemu dengan teman-teman baru -kali ini benar-benar teman baru- :P
dan percakapan itu pun mengalir layaknya tak ada batas mulai dari berbicara soal tugas, mulai berani saling membully, bahkan hingga saling bertukar pikiran masalah pribadi,,
keluarga ini pun akan selalu saya ingat dimana kita saling merasakan pahitnya perawat yang jutek, ramahnya petugaz gizi, bahkan macam-macam sampai tak bisa diceritakan satu-satu,,,
disinipun saya juga baru merasakan bagaimana kita bertukar pikiran dengan tenaga kesehatan lainnya,, pertukaran itupun tanpa paksaan dan mengalir layaknya bertukar pikiran dengan seorang teman yang sudah lama kita kenal,, bahkan disini saya juga bertemu teman lama yang bahkan tidak pernah terbesit pikiran sedikitpun jika nantinya saya akan bertemu dengan mereka, yah Ajeng, Mirzia dan zhibon, hahaha bahkan saya bertemu seorang sahabat yang gokil.. gokil karena saya yang kenal dia langsung saya yang jadi terkenal wkwkwk,, bagaimana tidak begitu kenal langsung banyak yang nitip salam mulai dari teman sendiri sampai Apotekernya juga -_-
yup bahkan dia lebih tahu teman-teman saya SMA daripada saya sendiri hahaha yup zaki seorang sahabat baru yang juga tidak akan pernah saya lupakan dan terimakasih bro atas diskusi kasus dan diskusi lainnya apalagi soal cerita teman-teman yang tak habis pikir sampai sekrang kalo dia banyak tahu tentang teman-teman saya haha,, tak hanya coas namun disana pun saya berbagi cerita dengan mahasiswa perawat yang tak bisa saya sebutkan satu-satu *maklum lupa namanya hahaha namun teman yang paling saya ingat adalah saifudin dimana kita selalu bercerita tentang kepala ruangan yang super duper gak jelas XD
dan diruangan yang gak jelas itu juga saya bertemu dengan PPDS yang luar biasa gokil hahaha,, kakak itu adalah kata yang pernah saya ingat dulu waktu pertama kali bertemu beliau,, awalnya saya kira beliau dan saya hanya terkait 3 atau 5 tahun dari angkatan saya tapi ternyata -_-,, ups maaf ya dr Deden hahaha dokter yang enak diajak bercanda, ngomongin jalan-jalan, ngomongin Unair, ngomongin kehidupan *kapan ngomongin pasiennya ya dok XD
dan disana juga saya beremu mbak Dewi,, mbak apoteker yang lebih tahu soal jantung daripada paru T_T,, haha tapi mbak Dewi adalah mbak yang paling berkesan karena disana saya pertama kali menginjakkan kaki di RS dan saya dibimbing oleh beliau,, baik, sungkan, lucu, dan gokil adalah kata-kata yang pas untuk mbak dewi haha dan yang saya bingung ini ruangan tempat buat pasien yang kritis malah ketemu koas, mahasiswa perawat dan perawatnya, PPDS, apoteker kenapa pada gokil semua yak XD,, eh kurang satu mahasiswa apotekernya juga #loh
dan big thanks to mbak nunik yang juda saya anggap sebagai ibu kedua hehe bagaimana tidak melihat semua perwakannya membuat saya ingat tentang bu wiwid yang ada di Fakultas





dan tak lupa saya juga berterimakasih banyak pada ruang 25 dimana disini saya juga bertemu dengan teman koas yang cantik sih tapi lupa kenalan -_- *kalo jodoh mungkin #eh
dan saya juga bertemu PPDS IPD yang juga luar biasa enak diajak diskusi *kali ini terkait kasus,, pun saya tak akan melupakan nama beliau walaupun kayaknya beliau lupa nama saya :P terimakasih atas pembelajaranya dokter Daya,, berkat anda saya pun tahu bagaimana cairan asites itu dievakuasi dan perwat yang pernah di ruang 25,, terimakasih juga sudah jadi partner in crime saat PKRS walaupun saya tidak bisa ingat namanya satu-satu hehe.... dan big thanks to mbak dinda yang sudah seperti mbak sendiri dan mau dibully setiap saat #eh XD
mungkin orang-orang yang saya sebutkan diatas akan menjadi orang-orang yang pertama kali saya cari saat saya kembali ke Malang entah moment apa dan kapan,, karena terbesit di otak saya untuk memulai lembaran kehidupan di Malang, tapi.... yah apadaya orang tua berkata lain,, mungkin saya hanya bisa memohon jika memang jodoh ya dekatkan ya Allah #ini ngomongin apa sih -_-"
last word dari saya
"friendship is always there for you, but have you ever thinking that you will be there for yor friend?. sometimes we just thinking only on one side"

Mengalah tak selamanya Buruk

terkadang manusia diciptakan dalam keadaan seimbang,, ada menang dan kalah,, ada benar dan salah.. dan ada baik dan buruk,, mungkin kita tak pernah menyadari bahwa dalam jalnnya hidup keduanya sisi koin itu perlu berjalan berdampingan contohnya saja benar dan salah, sesuatu tidak akan pernah dikatakan benar jika kita tidak pernah melakukan hal yang salah,,

sesungguhnya kali ini saya ingin mengutip sebuah kata yang mungkin sebagian orang enggan melakukannya dengan segala ego motiv dan juga beberapa alasan lainnya untuk suatu hal yakni "mengalah",, kita tidak pernah tau memang sampai kapa kita akan ditakdirkan didunia ini lantas atas dasar apa kita menaikkan ego kita untuk suatu hal yang mungkin tak selamanya itu salah,, karena seperti yang saya katakan tadi sebuah keseimbangan itu butuh aksi dan reaksi seperti suatu kebenaran akan dinilai benar sesudah orang lain atau bahkan dirinya sendiri melakukan suatu kesalahan.. saya mungkin adalah seorang yang seringkali mengalah dalam beberapa hal namun entah mengapa secara jujur belakangan ego saya makin meninggi hingga rasa kesabaran ini terkikis oleh waktu...
saya pernah mengatakan kepada teman saya "sebenarnya manusia di dunia ini diciptakan sama dengan kapasitas jiwa yang sama hanya bagaimana ego kita yang mengikis kapasitas itu sehingga seolah-olah kita punya kapasitas yang jauh lebih kecil dibandingkan manusia lainnya"... namun saya belajar banyak hal dari arti sebuah mengalah,, dengan mengalah mungkin kita bisa membuat orang terdekat kita bahagia,, dengan mengalah mungkin kita bisa menghindari adanya pertengkaran bahkan mungkit pertengkaran dengan sahabat kita, dengan mengalah kita tidak pernah membayangkan kalau orang yang ada di sekitar kita yang mungkin tak bisa terbendung emsoinya dalam sebuah komunikasi bisa teredam....

sejujurnya mengalah itu indah walaupun terkadang itu sakit,, sakit jika kita tahu kita yang benar,, sakit jika ternyata kebahagiaan kitalah yang menjadi taruhannya, dan sakit apabila harus melihat ego kita terkikis begitu hebat karena rasa undur hati ini,,, mungkin saya belakangan menulis blog tentang sesuatu yang menyangkut hidup kita namun belakangan saya ingin membuat blog ini menjadi sarana memori,, memori yang akan membuat saya sendiri ingat bahwa saya pernah menulis ini dalam kondisi emosi yang stabil hingga emosi yang bahkan membuat persaan ini tak sanggup menanggung beban hidup,,
namun buat yang baca blog ini percaya deh karena insyaAllah saya dulu pernah merasakan betapa indahnya mengalah itu karena saat kita mengalah kita tahu bahwa kita telah menang,, menang dalam mengendalikan ego,, nafsu,, dan mungkin amarah yang bagai bomb waktu yang bisa meletus kapan saja

last word dari saya
"terkadang sesuat yang terlihat itu memang menjanjikan tapi pernahkah anda berfikir bahwa udara yang tidak pernah terlihat saja bisa memberikan kehidupan sampai saat ini maka jangan cepat menilai sesuatu dari apa yang terlihat"

Buah manis, tapi di ladang yang salah

well betapa terpuruknya minggu ini karena tugas~tugas~tugas~
gak selesai-selesai terkadang jadi berfikir mungkin gak se mahasiswa Indonesia punya libur sepanjang musim panas dan musim dingin seperti negara di Eropa dan bagian Barat sana hahahahah,,
khayalan bodoh si tapi di satu sisi memang pepatah habis gelap terbitlah terang itu emang benar yah bayangkan saja yang biasanya saja "kita" hanya bisa bicara selama 5 menit dalam seminggu kala itu kita bisa bicara selama 1 jam 45 menit 30 detik dan itupun karena suatu ketidaksengajaan hehehe,,
tapi saya sadar tak selamanya perbuatan kita benar yah bagaimana benar kalo rasa yang kita tujukan untuk seseorang yang sudah memiliki apalagi orang itu adalah yah sebut saja Rahman *eh kok jadi kayak nama dosen ya hehehe gak sengaja pak

yup saya sudah pernah menyampaikan padanya tapi entah berasa kita gak peduli aja atau pura-pura bodoh ups salah maksud saya itu saya bukan kita XD
hahaha bayangkan saja kalau saya dulu tidak pernah menyanjungnya seperti ini dan sekarang dia membuat senyum itu terbuka kembali setelah lama saya kubur dan saya persiapkan untuk orang yang kelak menemani hidup saya nantinya,, mungkin saya tersenyum tapi saya yakin bagaikan sebuah narkoba maka senyum ini pun hanya euforia semata dan kelak akan berubah jadi rasa sakit yang bukan main, tapi masa bodoh si hehe toh saya pun yakin kalau saya pun belum pantas untuk dia pun melihat dia yang yah bisa dibilang dapat mendapatkan ribuan pria yang jauh lebih baik dari saya mungkin seperti postingan blog saya yang lalu-lalu kalau saya sudah cukup senang ketika melihatnya tersnyum walaupun saya tahu itu ada jangka waktunya

belakangan yang kita omongkan hanyalah seputar pelajaran yah bayangkan dia memang pandainya bukan main bahkan ketika saya bicara soal matakuliah dengannya saya merasa makhuk farmasi yang paling bodoh -___-,, hahhaha tapi yah itulah dia segala kepolosan dan kejujuran yang sulit dilupakan ^_^
kian lama hal itu menjadi membuat saya sungkan sendiri ketika harus bertemu dengannya yap saya susah ketika akan menyapanya,, mungkin hati saya berkata kalau ini harus dihentikan mungkinkah saat rehabilitasi itu datang secepatnya hahaha i hope so agar saya pun tak terjebak dalam euforia bayangan ini,,
banyak orang bercerita soal masalah cinta kepada saya yah bayangkan saja dari sejak smp --> sma --> sampai masa kuliah seolah-olah saya jadi curhatan sahabat saya masalah cinta mereka --" tapi diri sendiri gak pernah bener masalah cinta XD
pun dari situ saya menyadari satu hal bila memang semakin berjalnnya waktu hal itu akan mendidik kita dalam berfikir mungkin ini pikiran bodoh dan gila maaf yah kalo agak rasis tapi banya pria yang gonta-ganti cewek tapi begitu dia menikah dia pun bs setia pada istrinya seumur hidup dia, tapi ada juga yang mendalami ta'aruf tapi akhirnya gagal juga tapi ada juga yang udah kenal sejak kecil sampai dewasa hingga pacaran akhirnya cerai juga tak menutup kemungkinan pun orang begitu kenal dan langsung menikah padahal sampai tua pun pernikahannya tanpa guncangan hingga kata cerai itu muncul,,
hal yang ingin saya sampaikan adalah ketika kita menanggapi sesuat yang namanya "hubungan" dengan sudut pandang yang berbeda maka akan menghasilkan buah yang berbeda pula begitulah rasanya ketika menanam sebuah bibit yang kita tanam di sebuah ladang petani yang meletakkan anjing di dalamnya dan siap memakan kita hidup-hidup ketika dia sadar bahwa majikannya sedang kecolongan,,
mungkin benar mungkin salah tapi satu komitmen saya,, saya tidak akan pernah mau merugikan orang lain bahkan kalau bisa biar rugi itu saya tempel di tubuh saya agar tak lari ke ladang orang

last word dari saya bukan berarti saya om-om yang mau menikah karena perkataan ladang jadi serasa kayak pernikahan hahahaha maksudnya
"relation doesnt mean u have love but mean u have energy to protect something"